Kurs Pajak
22 - 28 Oktober 2014
Rp
Negara
12.168,00
Amerika S.(USD)
10.664,66
Australia (AUD)
9.551,61
Brunei Darussalam (BND)
12,24
Burma (BUK)
10.795,88
Canada (CAD)
1.986,70
China (CNY)
2.086,00
Denmark (DKK)
15.533,40
EURO (EUR)
1.568,50
Hongkong (HKD)
197,62
India (INR)
19.519,51
Inggris (GBP)
114,0677
Jepang (JPY)
11,45
Korea (KRW)
42.087,86
Kuwait (KWD)
3.716,43
Malaysia (MYR)
1.857,91
Norwegia (NOK)
118,28
Pakistan (PKR)
271,16
Philipina (PHP)
3.243,61
Saudi A. (SAR)
9.652,07
Selandia B.(NZD)
9.550,41
Singapura (SGD)
93,10
Sri Lanka (LKR)
1.694,06
Swedia (SEK)
12.865,96
Swiss (CHF)
375,28
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Siap-siap! Aparat Pajak Bakal Datang Lakukan Sensus
Ditulis oleh detik.com   
Tuesday, 05 July 2011

Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengaku meminta bantuan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka melakukan sensus pajak. Sensus pajak ini dilakukan agar para wajib pajak semakin patuh menyetor kewajibannya ke negara.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengatakan, sensus ini akan dilakukan untuk wajib pajak individu dan badan. Namun untuk tahap pertama, aparat pajak bakal menyambangi wajib pajak badan.

"Tujuannya untuk membuat semakin banyak wajib pajak yang bayar pajak karena kita selama ini masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak bayar pajak," tuturnya saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2011).

Fuad mengatakan, aparat pajak juga akan mendatangi toko-toko dan mempertanyakan apakah toko tersebut sudah taat pajak. Jadi tujuan akhirnya adalah agar seluruh wajib pajak melakukan kewajibannya menyerahkan SPT.

"Kita punya data-data dan kita meminta untuk meningkatkan kepatuhannya. Jadi sensus pada dasarnya akan ditindaklanjuti dengan mengimbau wajib pajak untuk meningkatkan kepatuhan mereka dalam membayar pajak," katanya.

Nanti dalam sensus ini, para aparat pajak tak hanya melakukan imbauan terhadap wajib pajak yang belum patuh, tapi juga melakukan penyuluhan sehingga para wajib pajak mengerti kewajibannya.

"Kita tidak bisa bilang target. Pokoknya semaksimal mungkin," imbuhnya.

Soal waktunya, Fuad belum mengatakan kapan. Itu diputuskan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

"Nanti kita lihat kalau ada toko yang sepertinya harus bayar pajak ya kita tanyakan, sudah bayar pajak atau belum, kalau belum ya kita bantu untuk mengisi SPT," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan akan memadukan semua data terkait potensi pajak tersebut. Selain data dari BPS, pihaknya akan menggabungkan data dari Ditjen Pajak dan Bursa Efek.

Rusman mengaku siap membantu pihak Ditjen Pajak. Pasalnya, meskipun memiliki banyak aparat pajak, tetapi jika sensus ini dilakukan sepenuhnya oleh para aparat pajak dikhawatirkan banyak badan usaha yang enggan terbuka karena takut ditagih pajaknya.(dnl/qom)


Ramdhania El Hida

Sumber : detikFinance
Tanggal: 05 Juli 2011

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru