Kurs Pajak
29 Oktober 2014 - 04 November 2014
Rp
Negara
12.038,00
Amerika S.(USD)
10.576,54
Australia (AUD)
9.448,36
Brunei Darussalam (BND)
12,09
Burma (BUK)
10.722,02
Canada (CAD)
1.967,32
China (CNY)
2.049,74
Denmark (DKK)
15.261,50
EURO (EUR)
1.551,78
Hongkong (HKD)
196,37
India (INR)
19.353,49
Inggris (GBP)
111,7762
Jepang (JPY)
11,42
Korea (KRW)
41.619,86
Kuwait (KWD)
3.682,29
Malaysia (MYR)
1.827,94
Norwegia (NOK)
116,96
Pakistan (PKR)
268,78
Philipina (PHP)
3.208,01
Saudi A. (SAR)
9.497,03
Selandia B.(NZD)
9.446,43
Singapura (SGD)
92,08
Sri Lanka (LKR)
1.660,50
Swedia (SEK)
12.649,64
Swiss (CHF)
372,01
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Jawa Timur Berlakukan Pajak Progresif Kendaraan
Ditulis oleh tempointeraktif.com   
Friday, 07 January 2011

Jakarta - Pemerintah Jawa Timur mulai berlakukan pajak progresif bagi pemilik kendaraan roda empat lebih dari satu. Pungutan pajak progresif mulai efektif sejak Senin lalu ini, menurut Kepala Bidang Pajak Dinas Pendapatan Jawa Timur Boedi Setijono, merupakan amanat dari Peraturan Daerah Jawa Timur No 09 tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Beleid ini adalah turunan dari Undang-undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan 1,5 persen bila memiliki satu kendaran, kendaraan kedua dikenai pajak 2 persen, kendaraan ketiga dikenai pajak 2,5 persen dan kendaraan keempat dan seterusnya dikenai pajak 3,5 persen.

"Pajak ini khusus untuk roda empat keatas semisal jip, sedan, station wagon, minibus, doble cabin serta motor gede yang berkapasitas diatas 250 cc," kata Boedi Setijono pada Tempo, hari ini.

Selain itu, mulai Januari ini, pemerintah juga naikkan tarif Bea Balik Nama (BBN) dari 10 persen menjadi 15 persen. Kenaikan ini diberlakukan kusus untuk kendaraan roda dua dan empat buatan tahun 2011. Sedangkan untuk kendaraan buatan 2010 kebawah BBN tetap diberlakukan sebesar 10 persen.

Untuk menarik pajak progresif, Dinas Pendapatan akan melihat alamat yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). Jika dalam satu keluarga misalnya terdapat empat mobil, meskipun atas nama yang berbeda, maka secara otomatis akan dikenakan pajak baru ini.

Dinas pendapatan melalui Samsat juga akan melakukan proses update jumlah kendaraan. Kalau dulu punya empat mobil dan sekarang tinggal satu, si pemilik harus segera melapor.

"Di seluruh loket pembayaran akan kita terjunkan personel untuk bagian update jumlah kendaraan," katanya.

Selain pajak progresif, Jawa Timur mulai tahun depan juga akan memungut pajak 0,5 persen terhadap kendaraan pelat merah, TNI dan Polri. Selama ini, kendaraan tersebut bebas pajak.

Untuk mengimbangi kenaikan pajak baru ini, pemerintah berikan diskon sebesar 50 persen bagi PKB kendaraan yang berumur 25 tahun ke atas atau buatan tahun 1985. Tak hanya itu, akan diberlakukan pemutihan segala denda pajak hingga 30 Juni 2011 mendatang. "Bea Balik Nama kendaraan bekas juga kita bebaskan alias gratis," pungkasnya.

Data yang ada di Dinas Pendapatan Daerah menyebutkan jumlah kendaraan bermotor di Jawa Timur hingga tahun lalu mencapai 9,2 juta. Sebanyak 7,82 juta unit diantaranya adalah sepeda motor dan 1,38 juta unit mobil.



FATKHURROHMAN TAUFIQ


Sumber : TEMPO Interaktif
Tanggal: 07 Januari 2011

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru