Kurs Pajak
20 - 26 Agustus 2014
Rp
Negara
11.684,00
Amerika S.(USD)
10.874,07
Australia (AUD)
9.367,58
Brunei Darussalam (BND)
12,04
Burma (BUK)
10.713,57
Canada (CAD)
1.899,18
China (CNY)
2.096,57
Denmark (DKK)
15.631,09
EURO (EUR)
1.507,46
Hongkong (HKD)
191,45
India (INR)
19.536,35
Inggris (GBP)
114,1417
Jepang (JPY)
11,43
Korea (KRW)
41.189,43
Kuwait (KWD)
3.679,88
Malaysia (MYR)
1.898,50
Norwegia (NOK)
117,35
Pakistan (PKR)
266,93
Philipina (PHP)
3.115,34
Saudi A. (SAR)
9.898,92
Selandia B.(NZD)
9.366,08
Singapura (SGD)
89,74
Sri Lanka (LKR)
1.703,71
Swedia (SEK)
12.903,08
Swiss (CHF)
365,97
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
`Pajak penerangan jalan agar 8%'
Ditulis oleh Bisnis Indonesia   
Friday, 27 August 2010

PEKAN BARU: Pemerintah Kota Pekanbaru mengusulkan kenaikan pajak penerangan jalan umum (PJU) dari 6,0% menjadi 8,0% untuk mengimbangi lonjakan tarif listrik yang harus dibayar pemeritah kota tersebut.

Asisten II Sekdako Pekanbaru Zulfikar mengatakan usulan kenaikan pajak PJU itu menyusul diberlakukannya Surat Keputusan (SK) Direktur PLN nomor 313.K/DIR/2010 tertanggal 20 Januari tentang tarif keekonomian dan pengurangan subsidi bagi pelanggan di atas 6.600 Volt Ampere.

“Usul menaikkan PJU ini karena penerimaan PJU setiap tahunnya hanya mencapai Rp29,4 miliar, sedangkan rekening listrik setiap tahunnya sekitar Rp37 miliar.“

Kekurangan itu ditutupi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lain sehingga pemerintah kota dapat membayar listrik. (ANTARA)

SUmber : Bisnis iNdonesia
Tanggal: 27 Agustus 2010

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru