Kurs Pajak
13 - 19 Agustus 2014
Rp
Negara
11.742,00
Amerika S.(USD)
10.916,64
Australia (AUD)
9.393,88
Brunei Darussalam (BND)
12,09
Burma (BUK)
10.722,92
Canada (CAD)
1.905,79
China (CNY)
2.108,33
Denmark (DKK)
15.718,01
EURO (EUR)
1.514,88
Hongkong (HKD)
191,98
India (INR)
19.754,77
Inggris (GBP)
115,7561
Jepang (JPY)
11,36
Korea (KRW)
41.423,52
Kuwait (KWD)
3.669,04
Malaysia (MYR)
1.878,12
Norwegia (NOK)
118,77
Pakistan (PKR)
267,53
Philipina (PHP)
3.130,74
Saudi A. (SAR)
9.946,31
Selandia B.(NZD)
9.392,68
Singapura (SGD)
90,18
Sri Lanka (LKR)
1.718,82
Swedia (SEK)
13.081,11
Swiss (CHF)
364,93
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Jaksa Agung Segera Tuntaskan Kasus Pajak Asian Agri
Ditulis oleh Jawa Pos   
Friday, 19 February 2010

Respons Satgas Antimafia Hukum

JAKARTA - Dugaan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum adanya praktik mafia hukum dalam penanganan kasus dugaan penggelapan pajak Grup Asian Agri direspons serius Kejaksaan Agung. Kemarin Jaksa Agung Hendarman Supandji berjanji segera menuntaskan kasus penggelapan pajak Rp 1,3 triliun itu.

''Ya, saya dukung,'' kata Hendarman sebelum sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (18/2). Hendarman mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Ditjen Pajak Departemen Keuangan untuk menyamakan konstruksi hukum antara penyidik PPNS pajak dan jaksa penuntut umum (JPU).

Hendarman mengatakan, pertemuan dengan Dirjen Pajak diagendakan sebelumnya. Namun, pertemuan itu tertunda karena Dirjen Pajak tengah melakukan rapat dengan parlemen. ''Kemungkinan minggu depan lah (bertemu Dirjen Pajak). Kalau sudah longgar,'' kata jaksa agung.

Dia menuturkan, saat ini bukti-bukti yang ditemukan Ditjen Pajak sudah mencukupi. Namun, konstruksi hukum antara PPNS pajak dan JPU belum pas. ''(Kurang) konstruksi hukumnya yang antara penyidik pajak dan JPU, merumuskan unsur-unsurnya,'' kata Hendarman.

Rabu lalu (17/2) Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mendatangi Lembaga Permasyarakatan Narkoba Cipinang untuk meminta keterangan kepada terpidana kasus pencucian uang dan pembobolan dana PT Asian Agri, Vincentius Amin Sutanto, 44.

Vincent adalah mantan financial controller PT Asian Agri. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada dia dalam kasus pencucian uang dan pembobolan rekening PT Asian Agri di Bank Fortis Singapura. Vincent juga didenda Rp 150 juta, subsider 1 tahun penjara, dan pembayaran uang pengganti Rp 28,337 miliar.

Sebelum ditangkap, Vincent sempat melarikan diri. Dalam pelariannya, Vincent buka suara dan membongkar kasus tunggakan pembayaran pajak Grup Asian Agri Rp 1,3 triliun. Satgas menemukan indikasi praktik mafia hukum karena penanganan kasus Vincent yang terlalu cepat. Di sisi lain, kasus pajak Asian Agri yang diungkap mulai 2007 berbelit-belit dan belum P-21 (lengkap) hingga kini.

Di sisi lain, Kapolri Bambang Hendarso Danuri menyatakan siap membantu PPNS mengusut kasus-kasus pajak. (sof/iro)

Sumber : Jawa Pos
Tanggal : 19 Februari 2010

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru