Menu Pajak

 
 

Support


infopajak_cs

 
Pemerintah Batal Bahas Pajak Ekspor CPO 0%
Ditulis oleh Medan Bisnis   
Tuesday, 21 October 2008
Jakarta: Gejolak di pasar saham tidak memberi dampak yang signifikan terhadap investasi industri asuransi jiwa. Nilai investasi industri asuransi jiwa anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada semester I-2008 justru meningkat 27,5% menjadi Rp 92,9 tirliun.

Pada periode yang sama tahun 2007, nilai investasi industri asuransi hanya mencapai Rp 72,9 triliun
“Dengan meningkatnya premi, maka nilai investasi juga meningkat,” kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina Pietruschka pada konferensi pers paparan kinerja asuransi jiwa nasional hingga kuartal II-2008 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (20/10).

Evelina mengatakan, krisis yang melanda pasar modal tidak berpengaruh kepada nilai investasi anggota AAJI karena alokasi investasi saham hanya sekitar lima hingga tujuh persen.

Menurut Evelina, investasi yang dilakukan AAJI kebanyakan disimpan di surat berharga, yaitu SUN (36,4%), reksadana (31,5%), deposito (11,54%), SBI (8,07%) dan penyertaan langsung (4,69%).

Sama halnya dengan total aset para anggota AAJI meningkat 26,2% menjadi Rp 103,6 triliun di semester I-2008, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 74,8 triliun. Untuk cadangan teknis tahun ini sebesar Rp 84,3 triliun, meningkat 32,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 63,5 triliun.

Untuk pendapatan premi asuransi jiwa telah mencapai Rp 26,3 triliun sampai semester I-2008. Angka ini tumbuh 44,2% dari periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan asuransi jiwa yang signifikan tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa. Ini terlihat dari perolehan premi baru,” jelasnya.

Premi baru asuransi jiwa menyumbang Rp 18,7 triliun dari seluruh perolehan premi asuransi jiwa nasional. Data bisnis asuransi jiwa unaudited diikuti 37 perusahaan asuransi jiwa, terdiri dari 21 perusahaan asuransi jiwa nasional dan 16 perusahaan asuransi jiwa patungan. Hingga saat ini, jumlah perusahaan asuransi jiwa yang menjadi anggota AAJI berjumlah 45 perusahaan.

Evelina menambahkan, AAJI telah membentuk Forum Keuangan AAJI atau bisa disebut juga CFO Forum. Forum ini secara reguler akan bertemu untuk berdiskusi dan memberi masukan dan tanggapan kepada regulator tentang segala hal yang terkait dengan permasalahan keuangan, akuntansi, investasi, pajak dan peraturan terkait.

“Ada empat usulan yang akan kami minta kepada pemerintah untuk lebih mendukung industri asuransi saat ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, usulan pertama yang akan disampaikan mengubah SUN mark to market dialihkan menjadi hold to maturity. Kedua, SUN bisa menjadi statutory deposit yang selama ini time deposit.

Selanjutnya, forum tersebut juga mengusulkan faktor risiko deposito yang ada di bank dengan rating bagus dan bank BUMN dapat diturunkan atau bahkan dihilangkan. Usulan terakhir, Penjaminan LPS dinaikan lebih dari Rp 2 miliar, karena rata-rata perusahaan asuransi memiliki lebih dari Rp 2 miliar. (dtf)

Sumber : Medan Bisnis
Tanggal: 21 Oktober 2008
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru