Kurs Pajak
22 - 28 Oktober 2014
Rp
Negara
12.168,00
Amerika S.(USD)
10.664,66
Australia (AUD)
9.551,61
Brunei Darussalam (BND)
12,24
Burma (BUK)
10.795,88
Canada (CAD)
1.986,70
China (CNY)
2.086,00
Denmark (DKK)
15.533,40
EURO (EUR)
1.568,50
Hongkong (HKD)
197,62
India (INR)
19.519,51
Inggris (GBP)
114,0677
Jepang (JPY)
11,45
Korea (KRW)
42.087,86
Kuwait (KWD)
3.716,43
Malaysia (MYR)
1.857,91
Norwegia (NOK)
118,28
Pakistan (PKR)
271,16
Philipina (PHP)
3.243,61
Saudi A. (SAR)
9.652,07
Selandia B.(NZD)
9.550,41
Singapura (SGD)
93,10
Sri Lanka (LKR)
1.694,06
Swedia (SEK)
12.865,96
Swiss (CHF)
375,28
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Pesangon Rp50 Juta Tidak Dikenai Pajak
Ditulis oleh VIVANEWS.COM   
Friday, 23 July 2010

VIVAnews - Direktorat Jenderal Pajak menurunkan tarif pajak atas penghasilan tambahan atas pesangon yang diterima oleh karyawan yang berhenti atau dirumahkan oleh perusahaan.

Kasubdit PPh Pemotongan dan Pemungutan dan PPh Orang Pribadi Dasto Ledyanto mengatakan sesuai peraturan menteri keuangan terbaru PMK nomor 16/pmk.03/2010, pesangon yang jumlahnya di bawah Rp50 juta tidak dikenakan pajak penghasilan atau PPh nol persen.
 
"Dalam peraturan sebelumnya baik itu pesangon, THT (tabungan hari tua), JHT (jaminan hari tua), yang dulu dibayarkan di atas 25-50 juta kena pajak 5 persen, sekarang tidak," kata Dasto di Kantor Pajak, Jumat 23 Juli 2010.
 
Mereka ini dipajaki, kata Dasto karena ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pajak penghasilan.
 
Kenapa pesangon tetap dipajaki, kata Dasto, sesuai ketentuan UU PPh pasal 4 ayat 1 bahwa objek yang dipajaki dan yang dimaksud dengan PPh secara umum adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima wajib pajak dimana penghasilan itu bisa dikonsumsi, dan bisa disimpan baik dari Indonesia atau dari luar dengan nama apapaun.
 
"Jadi semua penghasilan tambahan dari diri sendiri tetap menjadi objek pajak," katanya.
 
Sehingga karena menganut prinsip universal, maka seperti usaha apapun itu selama penghasilan, misal hasil dari judi tetap juga akan kena pajak.
 
Memang, lanjut Dasto, orang bekerja yang berhenti atau diberhentikan sudah tidak bekerja. Untuk itulah kantor pajak melakukan penurunan dengan maksud sebagai insentif supaya bisa dimanfaatkan untuk melakukan usaha baru.  "Makanya diturunkan," katanya.
 
Besaran pesangon lain yang diatur yakni untuk kisaran Rp50-100 juta yang dulu dikenakan pajak 10 persen sekarang hanya dipajaki 5 persen. Untuk besarnya pesangon yang dulu diterima Rp100-200 juta dan kena 15 persen, maka sekarang hanya pada rentang Rp100-500 juta yang kena 15 persen.
 
Sedangkan dulu pesangon yang dipajaki 25 persen diatas Rp200 juta, saat ini hanya pesangon yang diatas Rp500 juta.


Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan

Sumber : VIVAnews   
Tanggal: 23 Juli 2010

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru