Kurs Pajak
06 - 19 September 2010
Rp
Negara
9.019,50
Amerika S.(USD)
8.121,61
Australia (AUD)
6.673,08
Brunei Darussalam (BND)
1.402,48
Burma (BUK)
8.534,53
Canada (CAD)
1.324,82
China (CNY)
1.543,48
Denmark (DKK)
11.491,97
EURO (EUR)
1.159,79
Hongkong (HKD)
192,33
India (INR)
13.908,75
Inggris (GBP)
10,69136
Jepang (JPY)
7,58
Korea (KRW)
31.294,62
Kuwait (KWD)
2.875,73
Malaysia (MYR)
1.443,86
Norwegia (NOK)
105,48
Pakistan (PKR)
199,89
Philipina (PHP)
2.405,11
Saudi A. (SAR)
6.386,26
Selandia B.(NZD)
6.672,83
Singapura (SGD)
80,02
Sri Lanka (LKR)
1.228,30
Swedia (SEK)
8.866,33
Swiss (CHF)
288,95
Thailand (THB)
 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
"Pajak Tak Friendly, Semua Dianggap Maling"
Ditulis oleh VIVANEWS.COM   
Tuesday, 09 March 2010

VIVAnews - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengkritik keras cara-cara Dirjen Pajak baru dalam menjalankan tugasnya yang cenderung tidak bersahabat dengan para wajib pajak.

"Dirjen Pajak yang sekarang tidak friendly. Masak semua-semua dianggap maling," ujar Faisal di acara seminar Indonesia Economic and Market Outlook 2010 yang digelar Bank Danamon di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2010.

Menurut dia, langkah yang dilakukan Tjiptardjo sebagai Dirjen Pajak baru untuk mendongkrak penerimaan pajak cenderung dengan cara menakut-nakuti wajib pajak. "Ini justru terkesan ingin memenjarakan orang untuk mendongkrak pajak."

Akibat cara-cara seperti itu, dia melihat sekarang wajib pajak cenderung cenderung tak mau kooperatif dengan kantor pajak. Ironisnya, rasio pajak malah menurun di saat produk domestik bruto terus meningkat. "Ini aneh, tax ratio malah turun."

Selain itu, Faisal mengungkapkan sejumlah industri justru harus mendapatkan tax holiday untuk mengembangkan perekonomian nasional. Misalnya saja untuk industri maritim dimana pelakunya membangun infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Coba, sekarang banyak pemilik kapal yang mendaftarkan perusahaannya di Singapura karena mendapatkan tax holiday dan bebas Pajak Pertambahan Nilai," kata dia.


Heri Susanto

SUmber : VIVAnews
Tanggal: 09 Maret 2010

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Berapakah tarif PPN yang ideal ?
 

Diskusi Pajak Terbaru