Kurs Pajak
17 - 23 Desember 2014
Rp
Negara
12.423,00
Amerika S.(USD)
10.271,42
Australia (AUD)
9.458,48
Brunei Darussalam (BND)
12,05
Burma (BUK)
10.783,53
Canada (CAD)
2.007,84
China (CNY)
2.075,61
Denmark (DKK)
15.439,80
EURO (EUR)
1.602,46
Hongkong (HKD)
199,92
India (INR)
19.513,79
Inggris (GBP)
104,6256
Jepang (JPY)
11,26
Korea (KRW)
42.576,78
Kuwait (KWD)
3.560,04
Malaysia (MYR)
1.710,92
Norwegia (NOK)
123,30
Pakistan (PKR)
278,69
Philipina (PHP)
3.310,07
Saudi A. (SAR)
9.650,31
Selandia B.(NZD)
9.457,04
Singapura (SGD)
94,70
Sri Lanka (LKR)
1.648,29
Swedia (SEK)
12.848,25
Swiss (CHF)
378,53
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Sedan mewah serbu Indonesia, Kebijakan pajak progresif & kenaikan PPnBM membayangi
Ditulis oleh Bisnis Indonesia   
Wednesday, 17 February 2010

JAKARTA: Sejumlah agen tunggal pemegang merek dan importir agresif mendatangkan berbagai model sedan premium, meski dibayangi implementasi pajak progresif kendaraan bermotor dan kenaikan plafon PPnBM menjadi 200%.

Lexus Indonesia Principal kemarin meluncurkan sedan premium berteknologi hibrida LS600h L, setelah sebelumnya Eurosports Auto meluncurkan sedan sport Lamborghini Murchielago Super Veloce dan Lamborghini Gallardo Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni.

Sedan sport dua pintu Lotus Evora dan Lotus Exige Cup 260 juga mulai dipasarkan setelah pada awal bulan ini berhasil mengantongi tanda pendaftaran tipe kendaraan bermotor dari Kementerian Perindustrian.

PT Garuda Mataram Motor, distributor dan agen tunggal pemegang merek Audi, juga tak mau ketinggalan memperkuat posisinya di segmen sedan premium dengan menghadirkan Audi TT 2.0 A/T.

Mercedes-Benz akan menghadirkan 15 model dan varian baru di pasar Indonesia, sedangkan BMW siap menggaet konsumen berkantong tebal dengan tambahan 10 model dan varian baru.

Johnny Darmawan, Lexus Indonesia Principal, mengatakan telah mengantongi 150 surat pemesanan kendaraan (SPK) Lexus, atau 42,8% dari target penjualan yang dicanangkan perusahaan.

Bahkan, sedan hibrida yang dirilis kemarin telah mengantongi pemesanan 10 unit, sehingga target penjualan yang semula hanya 10 unit dinaikkan menjadi 40 unit pada tahun ini.

"Saya lagi mencoba meminta tambahan pasokan 20 unit. Hebat lagi kalau bisa mencapai 40 unit tahun ini," ujar Johnny.

Kehadiran lini hibrida Lexus LS600h L yang dipasarkan on the road Jakarta Rp2,7 miliar ini diharapkan bisa mendongkrak kembali penjualan sedan mewah ini, setelah sebelumnya diluncurkan Lexus LS460L versi facelift.

Lexus yang kini menempati posisi tiga besar di pasar mobil premium nasional menargetkan peningkatan penjualan 48,9% menjadi 350 unit pada tahun ini. "Saya optimistis pemerintah tetap mendukung perkembangan industri otomotif, sehingga tidak perlu menaikkan pajak," ujar General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja.

Momentum perbaikan pasar dimanfaatkan pula oleh Mercedes-Benz dan BMW yang akan menghadirkan model-model baru. Bulan lalu, Mercedes-Benz meluncurkan produk terbaru C-Class dan E-Class yang mengusung mesin BlueEfficiency. "Kami akan terus memperkuat pabrik Mercedes di Indonesia," kata Deputi Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) Yuniadi H. Hartono.

Tahun ini, Mercedes menargetkan kenaikan penjualan mobil penumpangnya 9% menjadi 3.150 unit. Adapun, penjualan mobil premium di Indonesia diprediksi naik 11% menjadi 4.650 unit.

Sementara itu, BMW yang tahun lalu berhasil menambah angka penjualan sedan mewah kali ini lebih mengandalkan SUV X5 M dan X6 M pada Januari lalu. Dengan asumsi tidak ada kenaikan pajak, BMW menargetkan pertumbuhan bisnis dua digit.

"Produk baru yang kami hadirkan tahun ini sekitar 10 model dan varian," kata Presdir BMW Indonesia Ramesh Divyanathan.

Bagi Lexus, kata Johnny, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara dengan penjualan terbaik untuk produsen mobil mewah itu.

Lexus memasuki usia 3 tahun di pasar Indonesia. "Prinsipal sudah menyadari hal ini, kami berharap target [penjualan] 350 unit tahun ini mudah-mudahan tercapai." (Moh. Fatkhul Maskur) ( Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya )

Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia

Sumber : Bisnis Indonesia
Tanggal : 17 Februari 2010

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru