PPnBM rumah mewah diperluas
Ditulis oleh Bisnis Indonesia   
Friday, 26 June 2009

Batasan pengenaan pajak atas harga jual bangunan dihapus

JAKARTA: Pemerintah menurunkan batasan luas bangunan dalam pengenaan tarif 20% pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap kelompok hunian rumah mewah menjadi mulai 350 m2 dari batasan sebelumnya 400 m2.

Jenis hunian mewah yang dimaksud adalah rumah dan town house dari jenis non strata title. Adapun untuk jenis apartemen, kondominium, town house dari jenis strata title dan sejenisnya tidak ada perubahan batasan, yakni tetap dengan luas bangunan mulai 150 m2.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan tertanggal 10 Juni 2009 bernomor 103/PMK.03/2009 tentang Perubahan Ketiga Atas PMK No. 620/PMK.03/2004 tentang Jenis Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor Yang Dikenakan PPnBM.

Melalui aturan baru itu, pemerintah juga menghapus batasan dari sisi harga jual bangunan. Dalam PMK lama disebutkan adanya batasan harga jual bangunan, yaitu Rp3 juta atau lebih per m2 untuk rumah dan town house dari jenis non strata title.

Adapun, batasan harga jual Rp4 juta atau lebih per m2 dikenai untuk apartemen, kondominium, town house dari jenis strata title dan sejenisnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam PMK itu mengatakan penurunan batasan pengenaan tarif 20% PPnBM tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan industri properti nasional. "Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan [10 Juni 2009]," kata Menkeu dalam aturan itu yang diterima Bisnis, kemarin.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Djoko Slamet Surjoputro menjelaskan penurunan batasan tersebut dilakukan guna menyesuaikan antara jenis barang kena pajak yang dikenai PPnBM perkembangan ekonomi, perkembangan nilai jual objek pajak (NJOP), dan perkembangan tingkat konsumsi masyarakat.

"Secara nyata rumah ukuran 350 m2 ke atas sudah masuk dalam kategori mewah sehingga perlu dikenai PPnBM."

Perbedaan pengenaan PPnBM 20% atas kelompok hunian rumah mewah

Peraturan Menkeu No. 620/PMK/2004 (aturan lama) Peraturan Menkeu No. 103/PMK/2009 (aturan baru)
  • Rumah, termasuk rumah kantor atau rumah toko, yang luas bangunannya 400 m2 atau lebih atau dengan harga jual bangunannya Rp3 juta atau lebih per m2, tidak termasuk nilai tanah.
  • Rumah dan town house dari jenis non strata title. Dengan luas bangunan 350 m2 atau lebih.
  • Apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya dengan luas bangunan 150 m2 atau lebih atau dengan harga jual bangunan Rp4 juta atau lebih per m2 tidak
  • Apartemen, kondominium, town house dari jenis strata title dan sejenisnya dengan luas bangunan 150 m2 atau lebih.

Sumber: Ditjen Pajak, diolah

Khusus untuk apartemen dan kondominium, sambung dia, dianggap tidak banyak mengalami perubahan, sehingga batasan luas bangunannya tidak perlu diturunkan. "Ukuran apartemen dari dulu sudah standar," ujarnya.

Terkait dengan dihapuskannya batasan nilai jual bangunan, Djoko menuturkan hal itu dilakukan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat. "Agar lebih jelas dan lebih mudah bagi si konsumen pada saat membeli rumah. Kalau rumah ukuran segini, dia kena PPnBM tanpa harus melihat lagi berapa harganya."

Selain itu, lanjut dia, pembatasan dari sisi harga jual selama ini dinilai menimbulkan ketidakadilan di tingkat daerah mengingat adanya perbedaan harga rumah di tiap-tiap daerah.

Beri kepastian


Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia F. Teguh Satria menilai perubahan aturan itu akan memberikan kepastian kepada pengembang dalam menghitung pajak yang harus dibayar.

Selama ini, ada dua parameter yang di jadikan patokan oleh petugas dalam menghitung pajak yaitu, harga jual atau luas bangunan. Petugas dan pengembang selalu berdebat dalam menghitung pajak karena ada dua parameter berbeda yang dijadikan acuan.

"Sebelumnya selalu menjadi perdebatan, apakah harga jual atau luas bangunan yang menjadi ukuran. Aturan baru ini hanya satu yang dijadikan patokan yaitu luas bangunan. Hal ini lebih memudahkan kami," katanya kepada Bisnis kemarin.

Teguh mengemukakan dalam aturan lama, apartemen akan dikenai PPnBM untuk hunian senilai Rp4 juta per m2, atau dengan luas bangunan 150 m2. Jika aturan ini masih diterapkan, proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) seharga Rp144 juta per unit tipe 36 akan dikenai pasal ini. "Aturan lama sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini."

Menurut dia, harga rumah atau apartemen saat ini juga tidak bisa dijadikan patokan dalam membayar pajak karena kenaikan harga jual properti setiap tahun cukup tinggi berkisar 10%--15%.

Dia menambahkan pengurangan luas rumah yang masuk dalam barang mewah dari 400 m2 menjadi 350 m2 tidak terlalu memberatkan. Rumah dengan ukuran 300 m2 ke atas saat ini memang sudah tergolang mewah dan mahal. Apalagi developer saat ini lebih banyak mengembangkan hunian tipe kecil dan sedang, untuk mengantisipasi semakin sempitnya lahan.

Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution belum lama ini menyatakan siap mengubah definisi dan jenis barang mewah yang dikenai PPnBM secara bertahap, menyesuaikan dengan perkembangan konsumsi masyarakat. (Bisnis, 20 Juni)

Dia mengakui selama ini tidak ada definisi baku dalam hal pengaturan pengenaan PPnBM. "Yang pasti itu tidak bisa dirombak total, harus bertahap mengikuti perkembangan konsumsi di masyarakat. Jadi tidak secara drastis."

Penentuan definisi barang mewah tidak diatur dalam UU tentang PPN PPnBM melainkan hanya diatur dalam peraturan pemerintah (PP) yang kemudian diperjelas dalam peraturan menteri keuangan, sehingga penyesuaian dapat dilakukan setiap saat.

"Secara umum PPnBM yang berlaku selama ini, barangnya akan kita kurangi yang kena sehingga pengaturannya di PP."

Tidak hanya jumlah barangnya yang dikurangi, pengenaan range tarif tertinggi atas barang mewah juga akan diturunkan supaya pasar lokal berkembang. ( Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya )


Oleh Achmad Aris


Sumber : Bisnis Indonesia
Tanggal: 25 Juni 2009
Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 26 June 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >