Kurs Pajak
17 - 23 Desember 2014
Rp
Negara
12.423,00
Amerika S.(USD)
10.271,42
Australia (AUD)
9.458,48
Brunei Darussalam (BND)
12,05
Burma (BUK)
10.783,53
Canada (CAD)
2.007,84
China (CNY)
2.075,61
Denmark (DKK)
15.439,80
EURO (EUR)
1.602,46
Hongkong (HKD)
199,92
India (INR)
19.513,79
Inggris (GBP)
104,6256
Jepang (JPY)
11,26
Korea (KRW)
42.576,78
Kuwait (KWD)
3.560,04
Malaysia (MYR)
1.710,92
Norwegia (NOK)
123,30
Pakistan (PKR)
278,69
Philipina (PHP)
3.310,07
Saudi A. (SAR)
9.650,31
Selandia B.(NZD)
9.457,04
Singapura (SGD)
94,70
Sri Lanka (LKR)
1.648,29
Swedia (SEK)
12.848,25
Swiss (CHF)
378,53
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Orang Bijak, Bayar Pajak, Jalan Rusak !
Ditulis oleh Indra Riana   
Tuesday, 18 March 2008

Judul diatas diambil dari blog seseorang yang gemas dengan kondisi jalanan di Jakarta. Dalam blognya di tulis bahwa kondisi jalanan Jakarta saking parahnya disebutkan dalam kondisi seperti di “Neraka Jahanam”. Puluhan orang sudah merenggang nyawanya akibat jalanan berlobang-lobang, bahkan di jalan utama seperti jalan Casablanca  pun berlobang-lobang. Sudah tidak terhitung banyaknya kesempatan bisnis yang hilang dan waktu yang hilang percuma karena macet di karenakan jalanan berlobang ini. Pokoknya semua sumpah serapah di tuliskan dalam blognya tersebut.

 

Yang menarik buat saya adalah akhirnya si penulis blog melemparkan kekesalannya karena tidak mendapatkan pelayanan/fasilitas yang semestinya setelah dia merasa membayar pajak dengan semestinya  Mungkin ada lebih banyak orang lagi yang memiliki kekesalan yang sama sebagai sesama warga Jakarta.

Menarik, karena akhirnya pajak yang disalahkan. Memang pajak adalah iuran wajib yang di bayarkan kepada pemerintah tanpa harus mendapatkan kompensasi langsung dari pemerintah kepada masyarakat. Jangan lupa pemilik kendaraan juga membayar pajak kendaraan bermotor kepada pemerintah daerah yang konon jumlahnya bertrilyun-trilyun namun ternyata untuk menambal jalanan berlobang saja sampai harus merenggut puluhan nyawa melayang. Apalah susahnya menambal sementara jalanan berlobang sehingga tertutup dan tidak membahayakan pengemudi kendaraan roda dua khususnya, apabila alasan Pemerintah Daerah tidak ada anggaran perbaikan jalannya. Tidak perlu di hotmix seluruh jalan, hanya bagian yang belobang sudah dapat memperlancar perjalanan dan menyelamatkan banyak nyawa orang. Dimana keperdulian sang ahli sebagai Eksekutif pemerintahan dan para anggota dewan sebagai Legislatif?. Akhirnya masyarakat menjadi apatis dengan pajak, bahkan sudah muncul  ajakan untuk tidak membayar pajak kendaraan sampai jalanan diperbaiki.

Akhirnya Dirjen Pajak kena getahnya apabila masyarakat apatis dengan Pajak, tidak perduli bahwa itu urusan pemerintah daerah. Kampanye untuk meningkatkan jumlah NPWP dan pembayar pajak akan mendapat citra negatif karena jalanan yang berlobang-lobang ini. Untuk apa bayar pajak kalau akhirnya menambal jalan lobang saja pemerintah tidak bisa?

Mungkin sekarang saatnya masyarakat menuntut nyata motto Dirjen Pajak, “ Bayar pajak, Awasi Penggunaannya” . Sayangnya masyarakat tidak mengetahui cara untuk mengawasi pajak yang sudah di bayarkannya ini, karena jalanan tetap berlubang-lubang di belantara  Ibukota Negara kita Jakarta (irds).

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru