Koreksi dasar pengenaan pajak berupa bunga pinjaman bank
Ditulis oleh adminforum   
Tuesday, 21 April 2009

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.00751/PP/A/M.II/13/2003

Jenis Pajak                 : Pajak Penghasilan Pasal 26
Tahun Pajak              : 1998
Pokok Sengketa         : Koreksi dasar pengenaan pajak berupa bunga pinjaman bank

Menurut Terbanding :
    
Berdasarkan pemeriksaan terhadap general ledger, bukti pengeluaran kas/bank, bukti pendukung lainnya serta equalisasi dengan biaya pengurang penghasilan bruto pada Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 1997, terdapat pembayaran bunga pinjaman kepada Rabo Bank Nederland Cabang Singapura yang merupakan objek Pajak Penghasilan Pasal 26.

Pemohon hanya menyatakan bahwa pinjaman tersebut kepada Rabobank Duta Indonesia yang berkedudukan di Indonesia, tanpa menunjukkan atau melampirkan bukti-bukti yang mendukung dalam Surat Bandingnya.

Terbanding menghitung koreksi atas dasar bukti pembayaran bunga kepada Rabobank Nederland Cabang Singapura, yang dilengkapi surat keterangan domisili.

Dalam persidangan Terbanding menegaskan hal-hal sebagai berikut :

   1. -          Dalam SPT PPh Badan tahun 1998 diketahui terdapat pembayaran bunga kepada Rabobank Nederland Cabang Singapura.
   2. -          Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut,  Terbanding meminta kepada Pemohon  agar menyampaikan agreement mengenai pembayaran bunga tersebut.
   3. -          Pemohon menyampaikan agreement berupa Assignment of Insurances tanggal 17 April 1997 antara Pemohon dengan PT Rabobank Duta Indonesia.
   4. -          Berdasarkan hasil pemeriksaan atas agreement yang disampaikan Pemohon, diketahui bahwa agreement tersebut ditandatangani di Singapura.
   5. -          Karena agreement tersebut ditandatangani di Singapura maka Terbanding berkesimpulan bahwa pembayaran bunga terutang Pajak Penghasilan Pasal 26.

Menurut Pemohon    :
    
Koreksi tersebut hanya berdasar asumsi Terbanding, yaitu bahwa Pemohon  membayar jasa kepada wajib pajak luar negeri.

Pemohon tidak mengerti mengapa pembayaran bunga pinjaman kepada Rabobank Duta Indonesia (berkedudukan di Indonesia) harus dipotong Pajak Penghasilan Pasal 26.

Dalam persidangan Pemohon  menyampaikan keterangan tertulis dari PT Rabobank Duta Indonesia tanpa nomor tanggal 18 Oktober 2001 yang antara lain menyatakan hal-hal sebagai berikut :

PT Bank Rabobank International Indonesia (dahulu bernama PT Rabobank Duta Indonesia), memberikan pinjaman kepada  PT AAL untuk: (i) melunasi Bridging Facility dan hutang-hutangnya dan (ii) membiayai pembelian peralatan mesin-mesin untuk pabrik minyak kelapa sawit serta memberikan modal kerja untuk PT AAL dan anak perusahaannya.

Dalam persidangan Pemohon  menyampaikan fotokopi data tambahan sebagai berikut:

   1. 1.     Assignment of Insurances antara Pemohon  dengan PT Rabobank Duta Indonesia.
   2. 2.     Salinan Akta Jaminan Fidusia No. 232 tanggal 29 Nopember 2000 dari Pemohon  kepada PT Rabobank Duta Indonesia (selaku Agen Jaminan).
   3. 3.     Salinan Akta Jaminan Fidusia No. 233 tanggal 29 Nopember 2000 dari Pemohon  kepada PT Rabobank Duta Indonesia (selaku Agen Jaminan).
   4. 4.     Salinan Akta Jaminan Fidusia No. 234 tanggal 29 Nopember 2000 dari Pemohon  kepada PT Rabobank Duta Indonesia (selaku Agen Jaminan).
   5. 5.     Salinan Buku Daftar Fidusia tanggal 3 Januari 2001.
   6. 6.     Sample bukti transfer pembayaran bunga dari PT AAL kepada PT Rabobank Duta Indonesia tanggal 13 Juli 1998 sebesar US$ 1,082,000.00.

Pendapat Majelis    :
    
Pemohon  menyampaikan agreement berupa Assignment of Insurances tanggal 17 April 1997 antara Pemohon dengan PT Rabobank Duta Indonesia.

Berdasarkan sample bukti transfer pembayaran bunga yang disampaikan Pemohon , diketahui bahwa terdapat pembayaran bunga dari PT Asian Agro Lestari (induk perusahaan Pemohon ) kepada PT Rabobank Duta Indonesia pada tanggal 13 Juli 1998 sebesar US$ 1,082,000.00.

Dalam persidangan Terbanding menegaskan bahwa alasan koreksi karena  agreement antara Pemohon  dengan PT Rabobank Duta Indonesia tersebut ditandatangani di Singapura.

Menurut Majelis, tempat ditandatanganinya suatu perjanjian hutang piutang tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan ada tidaknya objek pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26.

Terbanding tidak dapat membuktikan adanya pembayaran bunga oleh Pemohon  kepada Rabobank Nederland Cabang Singapura.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas berkas banding dan keterangan dari Pemohon  maupun Terbanding dalam persidangan, Majelis berkesimpulan bahwa terdapat cukup bukti dan alasan yang meyakinkan untuk mengabulkan seluruh permohonan banding Pemohon , dan koreksi Terbanding berupa dasar pengenaan pajak Pajak Penghasilan Pasal 26 Tahun Pajak 1998 tidak dapat dipertahankan.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >