Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Jasa Teknik kepala Proyek DLL
Ditulis oleh adminforum   
Tuesday, 14 April 2009

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.03346/PP/M.VI/12/2004

Jenis Pajak                : Pajak Penghasilan Pasal 23
Tahun Pajak               : 2000
Pokok Sengketa         : 1.Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Jasa Teknik kepala Proyek
                                      2.Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Pembayaran Jasa Management (Management Fee)

1.      Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Jasa Teknik kepala Proyek

Menurut Terbanding :
    
Dalam pengajuan keberatan Pemohon tidak mengemukakan alasan yang jelas mengenai keberatan atas jasa teknik kepala proyek dan tidak memberikan bukti-bukti pendukung, karenanya disimpulkan bahwa pembayaran jasa teknik kepala proyek merupakan objek Pajak Penghasilan Pasal 23 belum dilakukan pemotongan.

Dasar dilakukannya koreksi jasa teknik kepala proyek adalah pembukuan Pemohon.

Menurut Pemohon    :

Pengertian kepala proyek disini adalah kepala proyek yaitu orang yang bertindak sebagai penanggungjawab atau dengan sebutan lain adalah Administratur, yang bertanggungjawab terhadap semua operasional di lokasi perkebunan.

Atas pekerjaan swakelola, kepala proyek mendapat Surat Perintah Kerja dari kantor pusat untuk mengerjakan proyek-proyek tertentu di lokasi perkebunan, dan kepala proyek juga bertugas mengawasi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor (non swakelola) yang mengerjakan proyek perusahaan di lokasi perusahaan.

Di dalam pekerjaan oleh kepala proyek pada akun 201 terdapat biaya transport panen dan upah pekerja atas Repair Maintenance yang dilakukan di dalam lingkungan pabrik yang bukan objek Pajak Penghasilan Pasal 23.

Pendapat Majelis    :
    
Pemohon  telah menyerahkan kepada Majelis bukti-bukti pendukung atas biaya transport panen.

Pemohon  telah menyerahkan kepada Majelis bukti berupa kontrak-kontrak angkutan atas Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di lokasi perkebunan Pemohon .

Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ.313/1995, tanggal 10 Juli 1995, tentang Pajak Penghasilan Pasal 23 Atas Persewaan Alat Angkutan Darat, memberikan penegasan untuk membedakan apakah pembayaran sewa atas penggunaan kendaraan angkutan darat termasuk sebagai sewa atau penghasilan lain sehubungan penggunaan harta yang dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 atau termasuk sebagai penerimaan jasa angkutan darat.

Atas biaya transport panen nyata-nyata merupakan biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pembayaran atas jasa angkutan Tandan Buah Segar (TBS) berdasarkan kontrak angkutan dan bukan merupakan objek  pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 sebagaimana dimaksud angka 2 Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ.313/1995, tanggal 10 Juli 1995.

Koreksi Terbanding atas biaya transport panen tidak dapat dipertahankan.

2. Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Pembayaran Jasa Management (Management Fee)

Menurut Terbanding :
    
Koreksi atas jasa management dilakukan karena tidak terdapat bukti potong atas jasa management dalam tahun 2000 dan Pemohon  telah membebankan di SPT Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2000 dan telah dibayarkan kepada PT Astra Agro Lestari.

Jasa management memang sudah di accrued oleh Pemohon untuk tahun 2000.

Menurut Pemohon    :
    
Koreksi jasa management berupa management fee memang dilaporkan di dalam pembukuan tahun 2000, sedangkan Pajak Penghasilan Pasal 23-nya dipotong pada tanggal 23 Januari 2001 dan disetor ke kas negara pada tanggal 9 Februari 2001.

Untuk jasa management sudah dibebankan di SPT Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2000 dan akan membuktikan bahwa pemotongan yang dilakukan pada bulan Januari 2001 memang benar untuk objek Pajak Penghasilan Pasal 23 Tahun 2000.

Pendapat Majelis    :
    
Diminta pembuktian dari Pemohon atas jasa management yang Pajak Penghasilan Pasal 23-nya dipotong pada tanggal 23 Januari 2001 dan disetor ke kas negara pada tanggal 9 Februari 2001 merupakan beban tahun 2000.

Berdasarkan bukti berupa bukti potong atas Pajak Penghasilan 23 jasa management tanggal 23 Januari 2001 memang tidak dapat keterangan yang menyatakan bahwa atas bukti potong tersebut merupakan bukti potong jasa management untuk tahun 2000.

Berdasarkan bukti berupa Register Reklasifikasi periode 31 Desember 2000, permohonan pembayaran tertanggal 23 Januari 2001 dan voucher tertanggal 29 Januari 2001, nyata terdapat pengeluaran kas untuk pembayaran jasa management tahun 2000.

Namun bukti potong atas jasa management tahun 2000 yang Pajak Penghasilan Pasal 23-nya dipotong pada tanggal 23 Januari 2001 dan disetor ke kas negara pada tanggal 9 Februari 2001 telah dilaporkan oleh Pemohon pada Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 masa pajak Januari 2001.

Koreksi yang dilakukan oleh Terbanding atas jasa management karena tidak terdapat bukti potong atas jasa management pada tahun 2000 sudah benar.

Koreksi Terbanding atas jasa management tetap dipertahankan.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >