Menu Pajak

 
 

Support


infopajak_cs

 
Koreksi penghasilan dalam negeri lainnya berupa penjualan saham
Ditulis oleh adminforum   
Saturday, 14 March 2009

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.02394/PP/M.I/14/2004

Jenis Pajak 
                    : Pajak Penghasilan Orang Pribadi
Tahun Pajak                   : 2000
Pokok Sengketa             : Koreksi penghasilan dalam negeri lainnya berupa penjualan saham

Menurut Terbanding     :

Koreksi dilakukan karena berdasarkan hasil perbandingan antara Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi tahun 2000 dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi tahun 1999, di mana pada tahun tersebut Pemohon masih tercatat sebagai pemegang saham pada PT ABC, dengan saham sebesar Rp60.000.000,00 yang tidak terdapat lagi pada tahun 2000.

Menurut Pemohon         :

Koreksi yang dilakukan Terbanding merupakan objek pajak tahun 1998 dan dalam transaksi tersebut tidak ada keuntungan yang diperoleh Pemohon sebagai objek Pajak Penghasilan.

Pendapat Majelis 
         :

Berdasarkan penelitian Terbanding terhadap Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi tahun 1999, diketahui bahwa pada tahun 1999 Pemohon sudah tidak menjadi pemegang saham tetapi masih menjabat sebagai Direktur PT ABC.

Dalam persidangan Pemohon menyerahkan fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan atas nama PT ABC Tahun Pajak 1999, 2000 dan 2001 beserta lampiran Surat Pemberitahuan Tahunan dan menyatakan bahwa saham dijual tahun 1998.

Dalam persidangan Pemohon menyerahkan fotokopi Akte Risalah Rapat tanggal 11 Agustus 1998 yang disahkan oleh Notaris atas nama PT ABC.

Berdasarkan penelitian dan pemeriksaan terhadap bukti-bukti dalam persidangan, sesuai Akte Risalah Rapat tanggal 11 Agustus 1998 yang disahkan oleh Notaris, diketahui telah terjadi pengalihan hak dengan cara menjual dan menyerahkan saham-saham yang dimiliki Pemohon sebanyak 60 lembar dan atas penjualan saham tersebut Pemohon menyatakan tidak mendapat keuntungan.

Untuk meyakini pernyataan Pemohon tersebut, Majelis meneliti laporan neraca dan rugi laba PT ABC tahun 1997 dan 1998 di mana Pemohon sebagai pemegang saham. Penelitian tersebut untuk membuktikan nilai saham per lembar pada saat penjualan saham dan terbukti bahwa pada tahun 1997 dan 1998 PT ABC menderita kerugian dan tidak ada laba yang ditahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas fakta-fakta dan bukti-bukti serta penjelasan yang disampaikan Pemohon dan Terbanding di dalam persidangan, maka Majelis dapat meyakini pembuktian dan penjelasan Pemohon benar bahwa atas penjualan saham tersebut tidak terdapat keuntungan.

Dengan demikian Majelis berkesimpulan bahwa koreksi penghasilan dalam negeri lainnya yang berasal dari penjualan saham, tidak dapat dipertahankan.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru