Kurs Pajak
23 - 29 April 2014
Rp
Negara
11.430,00
Amerika S.(USD)
10.680,19
Australia (AUD)
9.128,81
Brunei Darussalam (BND)
11,88
Burma (BUK)
10.383,55
Canada (CAD)
1.837,05
China (CNY)
2.114,63
Denmark (DKK)
15.788,94
EURO (EUR)
1.474,03
Hongkong (HKD)
189,54
India (INR)
19.180,91
Inggris (GBP)
111,7084
Jepang (JPY)
11,01
Korea (KRW)
40.640,72
Kuwait (KWD)
3.526,04
Malaysia (MYR)
1.912,19
Norwegia (NOK)
118,23
Pakistan (PKR)
257,24
Philipina (PHP)
3.047,76
Saudi A. (SAR)
9.826,60
Selandia B.(NZD)
9.128,23
Singapura (SGD)
87,49
Sri Lanka (LKR)
1.733,32
Swedia (SEK)
12.953,31
Swiss (CHF)
354,68
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Kenaikan pajak & BI Rate bayangi industri otomotif
Ditulis oleh Bisnis Indonesia   
Thursday, 18 September 2008

Pasar mobil 2009 dikhawatirkan melemah    

JAKARTA: Pasar otomotif nasional pada tahun depan dikhawatirkan melorot akibat krisis likuiditas yang kemungkinan dapat terjadi jika Bank Indonesia (BI) mengikuti saran Dana Moneter International (IMF) untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 10,5%.

Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan khawatir terhadap rencana kenaikan pajak kendaraan bermotor dan banyaknya dana asing yang lari ke luar negeri, pasar otomotif tahun depan juga dibayangi oleh suku bunga yang tinggi.

"Kalau sampai itu terjadi [kenaikan BI Rate hingga 10,5%], bunga kredit akan melonjak dan penjualan mobil pasti akan goyang. Market pada tahun depan memang cukup suram. Yang saya takutkan pasar mobil akan turun. Pasar mobil itu seperti yoyo yang fluktuasinya cukup tajam " katanya, baru-baru ini.

Target industri otomotif nasional(juta unit)*
Komposisi 2011 2015 2020 2025
Produksi 1 1,61 2,59 4,17
Domestik 0,76 1,22 1,97 3,17
Ekspor 0,24 0,38 0,62 1,00
Nilai** 140 225,4 363,02 584,78

Sumber: Depperin
* Pertumbuhan rata-rata produksi mobil per tahun setelah 2010 diperkirakan 10%. Pada 2020-2025 pertumbuhan diprediksi stagnan.
** Nilai produksi (Rp triliun)

Dalam laporan berjudul IMF Country Report No 08/298 Indonesia: Selected Issues, lembaga ini menyarankan agar BI menaikkan BI Rate hingga 10,5% jika laju inflasi di Tanah Air mencapai titik puncaknya.

Dengan menaikkan BI Rate hingga 10,5% itu, menurut IMF, tingkat laju inflasi akan lebih terkendali.

70% Kredit

Kenaikan BI Rate ke level 10,5% dipastikan bakal menggerus penjualan mobil nasional, mengingat saat ini sekitar 70% pembelian kendaraan bermotor menggunakan skema kredit.

Di tempat terpisah, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan apabila BI mengikuti usulan IMF tersebut pada triwulan I/2009, pasar mobil nasional kemungkinan bisa terpangkas.

Namun, jika BI mengeksekusi BI Rate menjadi 10,5% pada triwulan II/2009, penjualan mobil kemungkinan masih akan stabil atau sama dengan target pencapaian tahun ini.

"Kami berharap pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan sehingga pasar tetap bergairah tahun depan," katanya seusai buka puasa bersama dengan manajemen PT TAM, Selasa malam.

Selain dihadapkan pada kenaikan suku bunga acuan, kalangan pelaku industri otomotif juga mengkhawatirkan adanya tekanan eksternal terkait dengan rencana kebijakan perpajakan.

Seperti diketahui pemerintah dan DPR sedang membahas rencana kenaikan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi 10% hingga 200%. Di samping itu, berbagai pajak daerah seperti pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama, yang juga akan dinaikkan secara progresif.

Amelia menjelaskan mulai bulan ini bea balik nama (BBN) telah dinaikkan yang menyebabkan harga jual mobil Daihatsu naik rerata Rp1 juta untuk semua model, seperti Terios, Gran Max, Xenia sejak 15 September.

Joko menambahkan rencana kenaikan pajak mobil tersebut berpotensi menimbulkan migrasi dari pengguna mobil mewah ke mobil kelas menengah dengan kisaran harga di bawah Rp125 juta, seperti Avanza dan Xenia.

Direktur Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Departemen Perindustrian Syarif Hidayat mengaku tetap optimistis target produksi 1 juta unit mobil pada 2011 akan tercapai, kendati pertumbuhan pasar otomotif domestik pada 2009 diperkirakan melambat akibat berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan perpajakan. ( Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya )

Oleh Siti Munawaroh

Sumber : Bisnis Indonesia
Tanggal: 18 September 2008

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru