Pajak Mobil Naik 19 Persen
Ditulis oleh Warta Kota   
Friday, 12 September 2008

Berlaku 15 September

Tanahabang, Untuk meningkatkan pendapatan daerah, Pemprov DKI mulai 15 September 2008 menaikkan pajak kendaraan bermotor (PKB) hingga 19 persen. Penaikan ini ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan DKI dari sisi PKB hingga Rp 45,9 miliar dalam waktu 3,5 bulan.   

Kenaikan pajak terbesar terjadi pada mobil Toyota Avanza tipe  FM601RM-GMMEJ (1.300). Mobil Avanza untuk tipe lain, kenaikan pajaknya (dari 2007 ke 2008) 10-13 persen (tergantung tipe). Mobil keluarga jenis ini memang menjadi salah satu primadona untuk menarik PKB.

”Ada beberapa mobil tahun 2007 ke bawah yang nilai jual kena pajak (NJKB)-nya tidak turun karena harga pasarannya tetap tinggi. Mobil itu antara lain Toyota Avanza dan Honda Jazz yang laku kayak kacang goreng,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Reynalda Madjid di kantornya, Kamis (11/9).

Penghitungan PKB mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No 73 Tahun 2008 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun 2008. Pergub ini sebagai pengganti Pergub No 51 Tahun 2007. Pergub No 73/2008 berisi tata cara pembayaran PKB dan BBNKB. Lampiran pergub berisi NJKB dan bobot sekitar 63.000 item kendaraan bermotor.

Menurut Rey—panggilan Reynalda—NJKB yang naik hanya untuk kendaraan tahun pembuatan 2008. Secara umum, kendaraan yang dibuat tahun 2007 ke bawah justru turun, kecuali mobil atau sepeda motor tertentu yang laku di pasaran.

Cara menghitung besaran pajak yang harus dibayar wajib pajak (WP) untuk kendaraan pribadi adalah NJKB  x 1,5 persen, sedangkan mobil angkutan umum adalah NJKB x 1 persen x 60 persen. Pergub No 73/2008 memberi keringanan bagi pengusaha angkutan umum sehingga PKB-nya hanya 60 persen dari NJKB.

Berdasarkan lampiran Pergub No 51/2007, NJKB Toyota Avanza tipe  FM601RM-GMMEJ ta-hun 2003 adalah Rp 63 juta. Dengan demikian, besaran PKB adalah Rp 63 juta x 1,5 persen = Rp 945.000. Berdasarkan Pergub No 73/2008 NJKB mobil tipe dan tahun yang sama adalah Rp 75 juta, dengan demikian PKB-nya adalah Rp 1,125 juta atau naik Rp 180.000 (19,04 persen).

Ketika hal itu ditanyakan, Rey belum bisa memberikan jawaban pasti apakah kenaikan dari Rp 63 juta menjadi Rp 75 juta itu karena harga di pasaran naik atau karena salah input data. ”Nanti dicek lagi. Tetapi memang ada 63.000 item yang harus kami input,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Warta Kota, hanya mobil Avanza tipe FM601RM- GMMEJ tahun pembuatan 2003 yang harganya naik. Untuk tipe lain, harganya tetap sama baik di dalam Pergub No 51/2007 maupun Pergub No 73/2008.

NJKB berbeda dengan harga pasar (HP). HP off the road (kosong) adalah NJKB + (10 persen x NJKB), sedangkan HP on the road (isi) adalah NJKB  + (21,5 persen x NJKB).  Angka 21,5 persen diambil dari penambahan besaran PKB 1,5 persen, BBNKB 10 persen, dan 10 persen untuk biaya-biaya yang dikeluarkan agen tunggal pemegang merek (ATPM) seperti promosi dan asuransi.

Rey mengatakan, ada dua dampak dari pemberlakuan Pergub No 73/2008 pada 15 September 2008, yaitu penurunan PKB dari kendaraan dengan tahun pembuatan 2007 ke bawah dan kenaikan PKB dari kendaraan tahun pembuatan 2008. Besarnya penurunan pajak dalam waktu 3,5 bulan ini adalah Rp 19,1 miliar dan kenaikannya Rp 65 miliar. Dengan demikian surplus pendapatan Rp 45,9 miliar.

Target PKB tahun 2008 adalah Rp 2,56 triliun dan sampai kemarin telah tercapai Rp 1,8 triliun (71 persen). Target BBNKB 2008 adalah Rp 2,7 triliun dan tercapai Rp 2,09 triliun (77 persen). ”Kami optimis target ini tercapai. Bahkan bisa mencapai 110 persen,” tambah Iwan Setiawandi, Kasubdis Perencanaan dan Pengembangan Dispenda DKI. Jumlah kendaraan bermotor di Jakarta 4,7 unit.

Sementara itu, seorang WP berharap kenaikan PKB ini dibarengi dengan peningkatan pelayanan. ”Jangan seperti kemarin, blanko saja nggak ada,” katanya. Dia berharap sarana transportasi di Jakarta juga diperbaiki.

Sumber : Warta Kota
Tanggal: 12 September 2008
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >