Sebagian Barang Mewah Diusulkan Bebas Pajak
Ditulis oleh Tempo Interaktif   
Thursday, 04 September 2008
TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengusulkan barang mewah impor  yang memiliki karakter mudah dibawa seperti tas, jam tangan, ikat pinggang dibebaskan dari pajak penjualan barang mewah.

"Kebijakan ini bisa mendorong bisnis ritel dalam negeri bisa berkembang dan mendorong orang untuk berbelanja di dalam negeri," ujar Ketua Umum Aprindo Benjamin J Mailool usai acara dengar pendapat dengan Panitia Kerja Revisi UU PPN dan PPn BM Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, hari ini.

Menurutnya, apabila kebijakan ini diterapkan akan mendorong harga jual produk sehingga menarik konsumen untuk belanja di Indonesia. Ia juga menambahkan sudah banyak negara yang tidak menerapkan PPn BM untuk barang sejenis ini sehingga warganya tidak perlu membeli keluar negeri.

Selain itu, Aprindo juga mengusulkan adanya penerapan PPN refund untuk turis asing . Artinya bagi turis yang datang dan belanja di Indonesia dan tidak mereka konsumsi di dalam negeri bisa mendapatkan pengembalian sejumlah PPN.

Kebijakan itu, menurutnya telah diterapkan dibeberapa negara tetangga, seperti Singapura, Thailand, Australia. "Kebijakan ini bisa meningkatkan kunjungan turis yang datang ke Indonesia," katanya.

Ketua Panitia Kerja Revisi UU PPN dan PPn BM Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Vera Febyanthy mengatakan bahwa sudah sepatutnya untuk barang-barang mewah yang bersifat mudah dibawa dihapuskan PPN.

"Penerapan PPn BM bagi untuk hand carry justru akan mengundang orang-orang kaya untuk membelanjakan uangnya ke luar negeri, pada akhirnya akan membuang devisa negara," katanya. Vera juga menyambut baik usulan pengembalian pajak bagi turis asing yang berwisata ke Indonesia.

Ia berharap revisi undang-undang tersebut akan selesai pada akhir tahun ini dan bisa diundangkan tahun depan.

Gunanto E S

Sumber : Tempo Interaktif
Tanggal: 04 September 2008
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >