Kurs Pajak
27 Agustus 2014 - 02 September 2014
Rp
Negara
11.694,00
Amerika S.(USD)
10.879,77
Australia (AUD)
9.356,37
Brunei Darussalam (BND)
12,03
Burma (BUK)
10.678,32
Canada (CAD)
1.902,06
China (CNY)
2.079,86
Denmark (DKK)
15.506,38
EURO (EUR)
1.508,74
Hongkong (HKD)
192,92
India (INR)
19.393,04
Inggris (GBP)
112,7335
Jepang (JPY)
11,46
Korea (KRW)
41.181,56
Kuwait (KWD)
3.694,81
Malaysia (MYR)
1.895,06
Norwegia (NOK)
115,74
Pakistan (PKR)
267,02
Philipina (PHP)
3.117,91
Saudi A. (SAR)
9.813,57
Selandia B.(NZD)
9.357,27
Singapura (SGD)
89,80
Sri Lanka (LKR)
1.693,31
Swedia (SEK)
12.810,47
Swiss (CHF)
365,76
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Dirjen Pajak : Kami Tahu Jaringan Mafia Pajak
Ditulis oleh TEMPO.CO   
Thursday, 16 August 2012

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmani mengaku sudah mengetahui jaringan oknum mafia Pajak yang kerap bermain. Ia menyatakan tinggal menunggu bukti untuk menangkap para oknum tersebut.

"Kami sudah tahu jaringannya. Tapi memang hanya segelintir orang, butuh bukti," kata Fuad seusai acara pelantikan 16 pejabat eselon II Pajak, di kantor pusat Ditjen Pajak, Kamis, 16 Agustus 2012.

Fuad meminta agar masyarakat ikut membantu lembaganya dalam memberantas mafia pajak. Dia mengaku kerap mendapatkan laporan adanya oknum di lembaganya dari masyarakat. Fuad juga menegaskan tidak akan mengurangi intensitas dalam melakukan penertiban oknum pegawai pajak.

"Masyarakat jangan berhenti membantu. Pokoknya kalau ada yang nakal, kami tangkap. Kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, dan Kepolisian akan terus dilakukan," katanya.

Citra Direktorat Jenderal Pajak terus tercoreng menyusul ditangkapnya beberapa oknum mafia dalam lembaga itu. Gayus Tambunan, Dhana Widyatmika, dan Tommy Hendratno merupakan beberapa yang berhasil ditangkap karena menerima suap.

Fuad menyatakan para oknum itu sebenarya hanya sebagian kecil dari total 32 ribu pegawai pajak. Menurut dia, mafia pajak bukan hanya ada di lingkungan lembaganya, tapi juga ada di oknum wajib pajak yang melakukan menyuapan. "Banyak WP yang nakal dan mengelabui kita agar tidak membayar pajak. Makanya, mereka juga harus ditangkap," katanya.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta agar Direktorat Jenderal Pajak terus melakukan pembenahan untuk meyakinkan publik jika pengelolaan keuangan dilakukan dengan profesional. Ia menyatakan Dirjen Pajak harus berani melakukan perbaikan sistem.

"Yang tidak benar dan melakukan pelanggaran harus ditindak. Upaya itu akan terus dilakukan sepanjang periode," kata Agus.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Sumber : Tempo.co
Tanggal: 16 Agustus 2012

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru