Kurs Pajak
22 - 28 Oktober 2014
Rp
Negara
12.168,00
Amerika S.(USD)
10.664,66
Australia (AUD)
9.551,61
Brunei Darussalam (BND)
12,24
Burma (BUK)
10.795,88
Canada (CAD)
1.986,70
China (CNY)
2.086,00
Denmark (DKK)
15.533,40
EURO (EUR)
1.568,50
Hongkong (HKD)
197,62
India (INR)
19.519,51
Inggris (GBP)
114,0677
Jepang (JPY)
11,45
Korea (KRW)
42.087,86
Kuwait (KWD)
3.716,43
Malaysia (MYR)
1.857,91
Norwegia (NOK)
118,28
Pakistan (PKR)
271,16
Philipina (PHP)
3.243,61
Saudi A. (SAR)
9.652,07
Selandia B.(NZD)
9.550,41
Singapura (SGD)
93,10
Sri Lanka (LKR)
1.694,06
Swedia (SEK)
12.865,96
Swiss (CHF)
375,28
Thailand (THB)
 
 

Menu Pajak

 
 

Sindikasi

Support


infopajak_cs

 
Januari, Pajak Progresif Diberlakukan di Bekasi
Ditulis oleh Harian Seputar Indonesia   
Friday, 30 December 2011

BEKASI – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Barat terhitung Januari mendatang mulai memberlakukan pajak progresif kendaraan bermotor di Kota/Kabupaten Bekasi.

Pajak progresif ini akan diberlakukan 2 Januari 2012 bagi warga Kota/Kabupaten Bekasi yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu dengan nama yang sama.Untuk kendaraan bermotor kedua yang dimiliki wajib pajak akan dikenai pajak 1,75% dari pajak kendaraan bermotor (PKB). Kendaraan ketiga akan dikenai pajak 2,26% dari PKB.”Bila kendaraannya lebih dari tiga, tinggal ditambah 0,5% dari nilai pajak kendaraan sebelumnya,” kata Kepala Cabang Dispenda Jawa Barat di Samsat Kota Bekasi Doni Balnadi Koerdi kemarin.

Doni menambahkan, pajak progresif ini untuk sementara waktu diberlakukan bagi kendaraanpribadi. Adapunangkutan kota, taksi, dan kendaraan berpelat nomor warna kuning belum dikenai aturan tersebut. Ditanya bagaimana bila ada wajib pajak yang telah menjual kendaraan bermotornya, tetapi belum melakukan balik nama,Doni menuturkan,pajak progresif akan tetap diberlakukan meskipun kendaraan bermotor tersebut berganti kepemilikan.

Oleh karena itu, Doni mengimbau kepada wajib pajak yang kendaraan bermotornya berpindah tangan segera melapor ke kantor Samsat. Wajib pajak cukup membawa KTP asli serta surat pernyataan yang menerangkan bahwa kendaraan itu sudah dijual. Pajak progresif ini nantinya akan mendongkrak pendapatan asli daerah Kota Bekasi. Potensi pajak di Kota Bekasi sangat besar.

Samsat Kota Bekasi mencatat setiap harinya terdapat 350 sepeda motor dan 30 mobil baru. Pemilik mobil Dieni P, 40, mengatakan, kebijakan pajak progresif pasti akan membuat biaya yang harus dikeluarkan lebih banyak. Kebijakan ini mau tak mau harus diikutinya sebagai risiko punya dua mobil atas namanya. ”Kebijakan ini sangat memberatkan,”ungkap wanita yang tinggal di Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi ini.

Jika kebijakan tersebut dilakukan, mau tak mau dia akan mencari cara agar biaya pajak yang dikeluarkan tidak terlalu berat seperti melakukan balik nama kendaraan mobil kedua atas nama anak atau suaminya. Pemilik sepeda motor Sugeng, 49,mengatakan,mau tak mau harus menaati kebijakan pajak progresif yang akan diberlakukan meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.

”Ya mau bagaimana lagi, Mas. Kita kan hanya masyarakat biasa, mau tak mau harus mengikuti aturan meski berat,” ujar warga Perumnas I,Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang memiliki dua sepeda motor atas namanya itu. Hal senada dikatakan Andriansyah, 36. Ke depan, dia akan menyiasati nama kepemilikan sepeda motor.

”Ya kalau nanti mau beli sepeda motor lagi,saya pakai nama anak saya saja Mas, biar bayar pajaknya tidak berat,” ucap warga Jalan Dewi Sartika, Bekasi Timur, Kota Bekasi ini.

Wahab Firmansyah

Sumber : Harian Seputar Indonesia
Tanggal: 30 Desember 2011

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Survey Pajak

Apakah kenaikan pajak PBB DKI sampai 140%, sudah tepat ?
 

Diskusi Pajak Terbaru