Dugaan Korupsi Ditjen Pajak- Kejagung Dalami Keterlibatan Pejabat Lain
Ditulis oleh Harian Seputar Indonesia   
Wednesday, 21 December 2011

JAKARTA– Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung masih mendalami dugaan korupsi pengadaan sistem informasi pada 2006 di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak,yang telah merugikan uang negara Rp12 miliar.

Kejagung telah memeriksa 25 saksi terkait kasus tersebut. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad menyebutkan, ke-25 saksi yang telah dimintai keterangan penyidik berasal dari Ditjen Pajak dan rekanan pengadaan barang. ”Sampai sekarang tim penyidik sudah memeriksa 25 saksi sistem manajemen pajak. Mereka dari pegawai Ditjen Pajak dan rekanan,”terangnya.

Namun, Kapuspenkum belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain, di samping dua pejabat yang sebelumnya sudah ditetapkan tersangka. ”Penyidik masih mendalami ada tidaknya keterlibatan pejabat lainnya. Kalau ditemukan bukti keterlibatan, pasti akan ditindaklanjuti ke proses selanjutnya,tersangka,” kata Noor Rachmad. Sebelumnya,Penyidik pada Jampidsus Kejagung menahan dua Pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) pajak terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

Kedua tersangka tersebut Bahar selaku ketua panitia proses pengadaan sistem informasi manajemen serta Pulung Sukarno yang menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK),keduanya telah ditahan. Kasus ini berawal ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kejanggalan sebesar Rp12 miliar dalam proyek pengadaan sistem informasi yang menelan anggaran Rp43 miliar. Penyidik dari satuan Pidana Khusus (Pidsus) melakukan penggeledahan di empat tempat pada Kamis (3/11).

Penggeledahan tersebut dilakukan di kantor pusat Ditjen Pajak,kantor pengolahan data dan dokumen pajak di Jakarta Barat,dan dua rumah pejabat yang berinisial B di Jalan Madrasah Gandaria, Jakarta Selatan dan Kompleks Cinere,Depok,Jawa Barat.

M Purwadi

Sumber : Harian Seputar Indonesia
Tanggal: 21 Desember 2011

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >