|
Ditulis oleh Indra Riana
|
|
Monday, 25 August 2008 |
|
Membaca Business News edisi 7703 tanggal 22 Agustus 2008 pada halaman 7 mengenai Dunia Perpajakan Indonesia membuat saya ingin membagi tulisan tersebut kepada semua pemerhati pajak. Dunia bukan hanya berkata tapi malah mentertawakan kita. Mudah-mudahan dimasa mendatang Dunia tidak mentertawakan kita lagi berkat reformasi birokrasi yang dilakukan oleh ibu Ani berserta jajarannya. Simak artikelnya berikut ini : |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Pajak Sebagai Alat Kampaye Politik |
|
Ditulis oleh Indra Riana
|
|
Tuesday, 08 July 2008 |
|
Saat ini bangsa Indonesia sedang dilanda demam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bahkan tahun depan kita akan memilih Presiden yang baru. Sayangnya demam kampaye di indonesia lebih banyak mengubar janji tanpa berkewajiban untuk melaksanakannnya setelah terpilih. Janji yang di umbarpun sekedar membuat rakyat senang dan tanpa ukuran yang jelas. Hal ini berbeda dengan di negara maju yang partisipasi politik rakyatnya sudah sangat baik. Janji pengurangan pajak adalah salah satu isu yang paling sering di kumandangkan, karena tentunya rakyat paling bahagia kalau membayar banyak tidak terlalu besar. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Orang Bijak, Bayar Pajak, Jalan Rusak ! |
|
Ditulis oleh Indra Riana
|
|
Tuesday, 18 March 2008 |
|
Judul diatas diambil dari blog seseorang yang gemas dengan kondisi jalanan di Jakarta. Dalam blognya di tulis bahwa kondisi jalanan Jakarta saking parahnya disebutkan dalam kondisi seperti di “Neraka Jahanam”. Puluhan orang sudah merenggang nyawanya akibat jalanan berlobang-lobang, bahkan di jalan utama seperti jalan Casablanca pun berlobang-lobang. Sudah tidak terhitung banyaknya kesempatan bisnis yang hilang dan waktu yang hilang percuma karena macet di karenakan jalanan berlobang ini. Pokoknya semua sumpah serapah di tuliskan dalam blognya tersebut. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Indra Riana
|
|
Monday, 03 March 2008 |
|
Setelah selesai makan di restoran biasanya kita disodori tagihan atas makanan yang telah kita santap untuk dibayarkan. Pada restoran besar biasanya anda akan di kenakan pajak sebesar 10 % dari jumlah tagihan yang tertera dalam bon makanan tersebut. |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Monday, 03 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Indra Riana
|
|
Saturday, 09 February 2008 |
|

Sebuah iklan paket produk ponsel hemat dari operator telepon baru yang bombastis di media cetak minggu ini menarik minat saya untuk mengomentarinya. Sekilas tidak ada yang aneh, namun kalau anda perhatikan lagi tulisan dalam iklan tersebut yaitu "Nih, murah gilaaa!!! Rp 188 ribu, sudah termasuk PPn" barulah mulai terlihat keanehannya sebagai berikut: |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Monday, 25 February 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|